Rabu, 13 Juni 2012

Pelebaran, Jalan Raya Pamulang Macet

PAMULANG, KOMPAS.com — Seiring dengan berkembangnya Kota Tangerang Selatan, kepadatan dan kemacetan kendaraan pun tak terhindarkan. Salah satunya di Jalan Raya Siliwangi, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Kemacetan pun semakin menjadi-jadi seiring proses pelebaran jalan raya tersebut. Seperti tampak pada Selasa (21/6/2011) pagi, Jalan Raya Siliwangi menunjukkan kemacetan seperti biasanya. Namun, pelebaran jalan, tiang-tiang, dan kerucut lalu lintas di pinggiran jalan membuat kemacetan semakin parah. "Jalan Raya Siliwangi adalah jalan raya provinsi sehingga yang berwenang adalah Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten," ungkap Dendy Pryandana, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, kepada Kompas.com, Selasa (21/6/2011). Sepengetahuan Dendy, pelebaran jalan raya tersebut memakan waktu lebih kurang 150 hari kalender. "Waktunya 150 hari kalender. Jadi, kira-kira pelebaran berakhir bulan September," ucap Dendy. Pelebaran jalan tampak dimulai dari seberang danau dekat Pamulang Square hingga Jalan Raya Pamulang 1 dekat ruko Griya Jakarta. Jika biasanya berjalan padat merayap pada pagi hari, maka hari ini kendaraan-kendaraan berhenti total di beberapa titik. "Wah, macet banget ini. Bisa-bisa dari pertigaan Parakan Pamulang 2 hingga ke Ciputat bisa satu jam ini. Padahal pada hari biasa hanya memakan waktu 30 menit," tutur Vendy Budiman, pengendara mobil yang sehari-hari melewati jalan raya ini menuju kantornya di Jakarta. Pengendara lain bernama Wisnu Widianto hanya berharap proses pelebaran dan perbaikan jalan bisa cepat selesai agar lalu lintas di jalan tersebut bisa kembali normal.

Pamulang Kota

Fakta-fakta mengapa Tangerang Selatan luar biasa Tangerang Selatan, adalah kota satelit dengan luas area lebih dari 150 km2, yang mendukung segala kemajuan ekonomi bagi ibukota Jakarta. Terletak tepat di wilayah selatan Jakarta, Tangerang Selatan merupakan kota yang berkembang dengan sangat pesat dalam segala bidang. Dengan jumlah penduduk lebih dari 3,5 juta orang, kota ini berkembang sebagai kawasan bisnis, pendidikan dan permukiman ; sehingga tentunya memberikan banyak peluang usaha dan bisnis bagi masyarakat Kantor Pemerintahan Daerah Tangerang Selatan berada di Pamulang Dengan demikian, Pamulang merupakan pusat pembangunan wilayah Tangerang Selatan Terbukti infrastruktur dan fasilitas di Pamulang menjadi prioritas Pemerintah daerah Tangerang Selatan: Pelebaran jalan Renovasi bundaran Pamulang yang merupakan pusat traffic Pendidikan yang lengkap : dari tingkat TK – Universitas (Universitas Pamulang) Dan lengkapnya pusat perbelanjaan seperti: Giant, Carrefour, Superindo, Lotte Wholesale dan Pamulang Square

Senin, 11 Juni 2012

Proyek Pelebaran Jalan Tangsel Alot

SERPONG,SN Negosiasi pembebasan lahan untuk pelebaran empat ruas jalan di Ciater, Serpong, Kota Tangsel masih alot. Hal itu diakui Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie selepas penanaman pohon di Taman Kota 2, Serpong, Minggu (1/4/2012).Jalan Ciater direncanakan selebar 24 meter, “Itu lebar seluruhnya termasuk lebar jalan, irigasi dan bahu jalan,”ungkap Benyamin. “Musyawarah harga tanah men jadi kendala, sebelum selesai musyawarah harga itu, kita sudah kehabisan waktu tahun anggaran, sehingga uang tersebut diluncurkan lagi di tahun 2012 ini,” katanya lagi. Molornya negosiasi lahan menyebabkan Pemkot harus memulai lagi seluruh tahapan dari awal. “Mudah-mudahan akhir tahun bisa kita dilaksanakan jika harganya ketemu,”harap Benyamin. Menurut dia, pada prinsipnya warga menyambut rencana pelebaran jalan. “Hingga saat ini belum sampai tahap penentuan harga, namun berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) kisaran Rp 800 ribu belum mencapai Rp 1 juta,” kata Ben. Pembebasan lahan tak hanya dilakukan di Ciater saja, namun juga di perempatan Viktor, Gaplek dan Siliwangi. Pemkot akan memperlebar jalan menuju kantor Pemkot Tangsel, Pamulang-Puspiptek sepanjang tiga kilometer. Pelebaran jalan milik Provinsi Banten tersebut akan dimulai 2012. Rencananya akan diperlebar sepanjang enam meter samping kiri dan kanan. Walaupun jalan tersebut berstatus milik provinsi namun, Pemkot bertanggungjawab dalam pembebasan lahan. “Kita sudah siapkan anggaran sebesar Rp 65 miliar untuk pembebasan lahan,” katanya. Kepala Badan Pertanahan Kota Tangsel, Heru mengatakan untuk pembebasan lahan di Siliwangi akan dilakukan di Tahun 2012 ini, dan untuk Jalan Ciater di anggaran perubahan namun bisa saja pada tahun 2013 mendatang. Bangun 2 Flyover dan 1 Underpass Untuk mengatasi kemacetan, Pemkot Tangsel juga berencana membangun dua flyover dan satu underpass di tiga titik. Yakni Serpong, Alam Sutera dan Gaplek, Pamulang. “Untuk Gaplek anggaran fisiknya sebesar Rp 10 miliar, dan tahun depan akan ditambah lagi. Pendanaan melalui multiyears skrip. Kita sudah mengalokasi anggaran untuk pembebasan lahan di Gaplek sebesar Rp 48 miliar,” ungkap Benyamin. Saat ini Flyover Gaplek dalam tahap awal dan pengumpulan data. Rencananya tahun ini pembebasan lahan berlangsung. Sedangkan pembangunan fisik akan dikerjakan tahun. “Nantinya flyover tersebut mulai dari perempatan Gaplek menuju arah Pondok Cabe,” katanya.(irm/BN/susilo)

Pelebaran Jalan Siliwangi Pamulang Diprotes

Pelebaran Jalan Siliwangi Pamulang Diprotes Tangerang, Pelita-Pemprov Banten dinilai mengabaikan ganti rugi proyek pelebaran Jalan Raya Siliwangi, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), karena itu diprotes para pengusaha setempat. Sedikitnya ada delepan pengusaha yang keberatan proyek pelebaran jalan Siliwangi dilanjutkan sebelum menerima ganti rugi. Masalahnya, bila pelebaran jalan dilaksanakan lahan parkir para pemilik toko menyempit sekitar 1,5 meter. Para pemilik toko tidak menghendaki adanya polemik dalam proyek pelebaran jalan manakala hak dan kewajiban dipenuhi. Dasar kepemilikan tanah yang akan digunakan untuk pelebaran jalan adalah sertipikat dan IMB tepat di RT 02/07 ungkap warga di kantor Kecamatan Pamulang, kemarin. Pemilik Bimbingan Belajar (Bimbel) LPIA Ny Peni menyebutkan, akan terjadi penyempitan lahan parkir sekitar 24 meter tanpa ganti rugi, sementara pihak kontraktor sudah melakukan aktivitas. Camat Pamulang Firdaus membenarkan delapan pengusaha mengadukan soal proyek pelebaran jalan tersebut. Dikatakan, proyek pelebaran Jalan Siliwangi dari 10 meter menjadi 14 meter. Kami siap menjebatani keluhan warga itu asal ada bukti kepemilikan tanah, tegasnya. (sul)

Kamis, 07 Juni 2012

Teror di Tanah Papua, Apa Sebabnya?

Di Papua sering terjadi kesalahpahaman antar suku VIVAnews - Aksi teror dan kekerasan terus saja terjadi di tanah Papua. Setelah seorang warga Jerman, Dietmar Pieper, menjadi korban. Baru-baru ini tiga orang menjadi korban penembakan dalam dua insiden berbeda. Penembakan pertama terjadi di depan kantor Kantor Wilayah Perhubungan, sekitar 30 kilometer dari markas Polda Papua. Dalam penembakan ini, dua warga sipil menjadi korban, yakni Iqbal Rifai dan Hardi Jayanto. Penembakan kedua terjadi di Jalan Abepura dan seorang anggota TNI menjadi korban. Menanggapi hal ini, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman mengakui bahwa di Papua sering terjadi kesalahpahaman antar suku. Persoalan kecil yang terjadi di antara satu dua orang, sering meluas dengan melibatkan suku masing-masing. "Mereka membawa sukunya menyerang suku lain sehingga terjadi kerusuhan," kata Sutarman di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 6 Juni 2012. Sutarman mengatakan, polisi harus mengedepankan langkah-langkah persuasif untuk menyelesaikan persoalan itu. Salah satunya adalah dengan menyampaikan kepada kelompok bertikai dengan menyelsaikan persoalan tidak dengan cara perang atau kekerasan. "Budaya di sana kalau menyelesaikan persoalan dengan cara balas dendam. Jadi banyak sekali persoalan di Papua ini yang menimbulkan korban jiwa yang harus dibayar mahal oleh antar kelompok," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini. Meskipun sering terjadi teror, kepolisian tidak menetapkan status siaga satu untuk wilayah Papua. Sutarman lebih memilih mengirimkan tim kesana untuk melakukan back up keamanan. "Kami sudah ada di sana lama, komunikasi antardaerah sulit dan juga transportasi juga sulit. Sehingga kejadian yang melibatkan massa banyak juga membutuhkan transportasi yang juga sulit. Mungkin terlambat kita di sana, kami akan kesana tapi kalau di daerah pedalaman sulit," ujar dia. Sutarman yang juga mantan Kapolda Jawa Barat itu menambahkan bahwa kasus kekerasan yang terjadi di Papua tidak semua terkait dengan Freeport. Pada umumnya didominasi oleh perselisihan antar kampung. "Berawal dari masalah kecil," ucapnya. Selain jalan persuasif dalam hal penyelesaian, Sutarman juga mengedepankan proses adat dan kekeluargaan daripada hukum. "Kalau memang bisa diselesaikan secara adat kami dorong sehingga persoalan selesai tanpa melibatkan masyarakat banyak, kalo bisa diselesaikan masyarakat sendiri kita akan mendorong," kata Sutarman. (adi)

Penembak Misterius Tembak PNS Kodam

Meski ditembak, korban masih sempat melarikan diri dengan motornya menuju Pos Jaga. VIVAnews - Aksi penembakan oleh kelompok misterius kembali terjadi di Kota Jayapura, kali ini sasarannya Pegawai Negeri Sipil Kodam XVII Cenderawasih. Ia ditembak saat melintas di Jalan Baru Walikota Entrop Jayapura, Rabu 6 Juni sekitar pukul 21.00 WIT. Dari data yang berhasil dihimpun, korban bernama Arwan Apuan Jabatan Penata III C Kesatuan Hubdam XVII/Cenderawasih, juga memiliki kegiatan sampingan sebagai tukang ojek. Ia mendapat penumpang dari Pangkalan Ojek Kimia Farma Jalan Masuk Paldam Kota Jayapura. Informasinya, penumpang korban orang asli Papua. Tujuan penumpang tersebut menuju Jalan Baru Walikota Entrop. Korban mengojek dengan sepeda motor Honda Kharisma DS 43230 AQ. Sesampainya di jalan baru belakang Kantor Walikota, korban ditembak oleh OTK di bagian leher sebelah kiri. Meski ditembak, korban masih sempat melarikan diri dengan motornya menuju Pos Jaga Wicen markas Kodam. Ia kemudian dievakuasi oleh Sertu Bayu anggota Pendam ke Rumah Sakit Marthen Indey. Kapolresta Jayapura AKBP Alfred Papare membenarkan kejadian itu. "Korban ditembak saat melintas di jalan sepi dan mengenai lehernya, pelaku masih dalam penyelidikan," ujar Kapolresta. Menurut Kapolresta, kondisi korban masih stabil namun menderita sakit dan sesak di leher. Menurut Alfred, belum diketahui secara pasti, pelaku penembakan apakah penumpang korban, atau orang tak dikenal yang berada di sekitar lokasi. "Belum bisa disimpulkan apakah pelaku penumpang ojek atau bulkan," ujarnya. Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Ali Bogra membenarkan bahwa yang tertembak adalah PNS Kodam. "Ia anggota Kodam PNS di Hubdam," jelasnya. Mengenai kronologis kejadian, sambungnya, saat itu korban hendak pulang ke rumahnya, lalu saat melintas di lokasi kejadian ditembak orang tak dikenal. "Ia ditembak dibagian leher saat melintas di jalan sepi," jelasnya. Saat ini korban masih dirawat secara intensif. "Korban masih dalam perawatan," ujarnya. Sementara pelaku, kata Ali Bogra, sampai saat ini belum diketahui, dan masih dilakukan pengejaran oleh TNI-Polri. (eh)

Spatial Planning and Regional Tangerang City South

KabarIndonesia - At his young age, South Tangerang city had a great opportunity to determine the direction of future development. The city will be built in a grid system that facilitates inter-regional connectivity. Such spatial planning and the southern city of Tangerang, said Head of Regional Development Planning (BAPPEDA) South Tangerang City AN Malonda Eddy. Eddy considered that the new division of the city less than three years old has a chance to grow rapidly given the huge potential. If the city had a motto Tangsel smart, modern, and religious, then BAPPEDA (Tangsel) has a motto livable and high-tech city. This is because Tangsel strategically positioned and has a national technology development center. Tangsel a strategic location, said Eddy, makes the city has a major role in linking the three provinces that flank. This connection requires adequate transportation between regions, particularly in four areas that will be the heart of Tangsel, the District of Serpong, North Serpong, Pondok Aren, and Chester. With good transport planning, Eddy hopes to create a comfortable residential area (livable) for residents. "If the system has been formed, later streets will lead to a grid system. It takes time, after five tahunlah, and included in the Spatial (spatial plan) for 20 years," said alumni of the University of Civil Engineering Trisaksi Jakarta. The problem is most of the land in the City Tangsel dominated by private housing developers. Land held by developers that are mostly located in the Serpong and Pondok Aren, both have been developed in a more organized (planned). As for Chester is still traditional (unplanned), Eddy plan for this area as a center of government. "Together JICCA, local governments will begin to land banking, land savings, so that we will easily manage this land. Success or not depends on how we maximize our 30 percent-owned land outside the developer," said Eddy. To 70 percent of land controlled by the developer, the City Government will seek planning Tangsel made by the developer's construction plans in line with the government expected. Tangsel city government will closely monitor any development of this housing for the allotment of land in accordance with a plan that will be set by the government. Regarding the concept of high technology, a technology research area called Eddy Research Center for Science and Technology (Puspiptek) in the District Setu as a large capital to implement the concept. With the application of appropriate technologies developed by this Puspiptek, Planning Tangsel hoped that residents can take advantage of these technologies to support a better life. Eddy pointed out independently by the sewage treatment as citizens of one of the steps to address the garbage problem in the City Tangsel. By making the concept of integrated waste treatment facility reduce, reuse, recycle (3R TPST) at the neighborhood level (RT), he hopes that the community can take advantage of the financial potential of this waste independently. Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Ratron address (electronic mail): redaksi@kabarindonesia.com The big news today ...! Visit immediately: www.kabarindonesia.com